Misi sang Entrenador mengulang sejarah
Guardiola menurunkan skuad terbaiknya di leg kedua kontra Bilbao di San Memes, termasuk Afellay, punggawa anyarnya. Hasil imbang di Camp Nou akhir tahun lalu memaksa pasukan Barcelona untuk dapat menauai poin pada pertemuan kedua ini.
Di Camp Nou, 21 Desember lalu, Barca ditahan imbang 0-0 Bilbao, hal ini mengingatkan pada sejarah Copa Del Rey 60 tahun yang lalu. Di ajang Copa Del Rey tahun 50-51 Barca ditahan imbang imbang, tetapi Barca mampu meraih thropy.
Meski sejumlah bursa taruhan masih mengunggulkan Barcelona, banyak kalangan yang pesimis akan laju Lionel Messi cs di ajang Copa del Rey. Manajer Barcelona, Josep "Pep" Guardiola sendiri menganggap wajar jika timnya gagal melangkah ke 8 besar Copa del Rey, " akan mendapatkan keuntungan waktu dan tenaga untuk bersaing di Liga BBVA dan Liga Champion ", tambah Pep.
"Tak berarti kami meremehkan arti kompetisi ini. Kami selalu ingin melakukan melakukan yang terbaik, jika kami meremehkan lawan, kami tak akan menjadi seperti sekarang ini," tukasnya."Pada pukul 10.00 (waktu setempat) kami akan melawan Bilbao dan dua jam kemudian kami akan tahu hasilnya," ujar Pep.
Tetapi sepertinya sejarah akan terulang kembali. Aroma persaingan raihan gelar di semua ajang dengan rival abadinya Real Madrid jadi indikasinya. Posisi di liga BBVA dan Liga Champion jadi bukti ketatnya persaingan Barca-Madrid. Madrid yang hampir dipastikan melaju ke babak 8 besar setelah melumat Levante 8-0, tentu akan menjadi motivasi tersendiri buat Lionel Messi cs.
Dan sepertinya Guardiola menyadari, kemenangan tak harus diraih dengan skor yang fantastis.Kemenangan atas Levante 2-1 dalam lanjutan liga BBVA pekan lalu, membuatnya masih yakin akan kemampuan pasukannya.
Fokus di setiap pertandingan lebih utama. Sepak bola bukanlah matematika, yang bisa dihitung diatas kertas.Target hanya akan membebani pemain yang justru bisa menyebabkan pasukannya lupa cara bermain yang baik, tegasnya.
Akankah tangan dingin Jose "Pep" Guardiola mampu mengulang sejarah ?
Guardiola menurunkan skuad terbaiknya di leg kedua kontra Bilbao di San Memes, termasuk Afellay, punggawa anyarnya. Hasil imbang di Camp Nou akhir tahun lalu memaksa pasukan Barcelona untuk dapat menauai poin pada pertemuan kedua ini.Di Camp Nou, 21 Desember lalu, Barca ditahan imbang 0-0 Bilbao, hal ini mengingatkan pada sejarah Copa Del Rey 60 tahun yang lalu. Di ajang Copa Del Rey tahun 50-51 Barca ditahan imbang imbang, tetapi Barca mampu meraih thropy.
Meski sejumlah bursa taruhan masih mengunggulkan Barcelona, banyak kalangan yang pesimis akan laju Lionel Messi cs di ajang Copa del Rey. Manajer Barcelona, Josep "Pep" Guardiola sendiri menganggap wajar jika timnya gagal melangkah ke 8 besar Copa del Rey, " akan mendapatkan keuntungan waktu dan tenaga untuk bersaing di Liga BBVA dan Liga Champion ", tambah Pep.
"Tak berarti kami meremehkan arti kompetisi ini. Kami selalu ingin melakukan melakukan yang terbaik, jika kami meremehkan lawan, kami tak akan menjadi seperti sekarang ini," tukasnya."Pada pukul 10.00 (waktu setempat) kami akan melawan Bilbao dan dua jam kemudian kami akan tahu hasilnya," ujar Pep.
Tetapi sepertinya sejarah akan terulang kembali. Aroma persaingan raihan gelar di semua ajang dengan rival abadinya Real Madrid jadi indikasinya. Posisi di liga BBVA dan Liga Champion jadi bukti ketatnya persaingan Barca-Madrid. Madrid yang hampir dipastikan melaju ke babak 8 besar setelah melumat Levante 8-0, tentu akan menjadi motivasi tersendiri buat Lionel Messi cs.
Dan sepertinya Guardiola menyadari, kemenangan tak harus diraih dengan skor yang fantastis.Kemenangan atas Levante 2-1 dalam lanjutan liga BBVA pekan lalu, membuatnya masih yakin akan kemampuan pasukannya.
Fokus di setiap pertandingan lebih utama. Sepak bola bukanlah matematika, yang bisa dihitung diatas kertas.Target hanya akan membebani pemain yang justru bisa menyebabkan pasukannya lupa cara bermain yang baik, tegasnya.
Akankah tangan dingin Jose "Pep" Guardiola mampu mengulang sejarah ?